Souvenir Khas Eropa: Bisa Dijadikan Cinderamata Berkesan

posted in: RAGAM HIAS | 1
Souvenir Khas Eropa: Bisa Dijadikan Cinderamata Berkesan

Souvenir Khas Eropa. Kalau jalan-jalan ke Eropa, bawa pulang souvenir itu ibarat makan bakso harus pakai sambal rasanya kurang lengkap kalau dilewatin. Ya, masa pulang dari Paris, Roma, atau Amsterdam cuma bawa foto doang?

Paling tidak ada lah sesuatu yang bisa dibagi ke keluarga, sahabat, atau sekadar jadi pajangan di kamar biar setiap kali lihat bisa bilang, “Eh, gue pernah ke sini, lho!”

Nah, masalahnya, kebanyakan orang kadang mentoknya beli itu-itu aja: stiker, gantungan kunci, atau kaus yang tulisannya “I Love London”.

Nggak salah sih, tapi agak mainstream. Padahal, kalau mau sedikit kreatif dan buka mata lebih lebar, ada banyak banget souvenir khas yang lebih unik dan punya cerita. Jadi, saat kamu jalan ke Eropa nanti, jangan cuma buru-buru masuk toko lalu keluar dengan kantong plastik berisi gantungan kunci.

Lebih seru kalau kamu tahu apa saja pilihan oleh-oleh khas yang bisa bikin senyum orang rumah makin lebar pas kamu kasih.

Baca juga: Kreativitas Membuat Kerajinan: Hobi Santai Jadi Cuan

Amber – Polandia

Souvenir khas Eropah: Amber dari Polandia wajib banget masuk daftar belanjaanmu.

Souvenir Khas Eropa. Nah, kalau ngomongin oleh-oleh khas Eropa yang bikin orang rumah langsung bilang “wah, keren nih!”, Amber dari Polandia wajib banget masuk daftar belanjaanmu.

Amber ini bukan nama mantan ya, tapi batu unik warna orange kekuningan yang terbentuk dari resin pohon yang mengeras ribuan tahun lalu.

Kebayang nggak, benda kecil tapi usianya bisa lebih tua dari nenek moyang kita cukup bikin merinding sekaligus kagum.

Polandia, khususnya kota pelabuhan Gdansk, terkenal banget sebagai surga Amber. Di sana, kamu bisa nemuin butik-butik yang penuh berkilauan kayak toko perhiasan di film-film.

Amber biasanya dijadikan kalung, gelang, sampai cincin. Dan percayalah, kalau kamu pulang bawa cincin Amber buat pasangan, kemungkinan besar nilai “pulang liburan” kamu langsung naik level. Hehe.

Jadi, jangan cuma mikir beli gantungan kunci atau magnet kulkas aja. Sekali-kali beliin diri sendiri (atau orang spesial) perhiasan Amber, biar oleh-olehmu bukan sekadar lucu-lucuan, tapi juga punya nilai seni dan sejarah yang panjang.

Klompen – Belanda

Souvenir Khas Eropah: klompen ini bukan cuma sepatu biasa, tapi simbol budaya Belanda yang udah mendunia

Souvenir Khas Eropa. Kalau dengar kata Belanda, yang langsung terbayang biasanya bunga tulip, kincir angin, sama… klompen alias sepatu kayu legendaris itu. Yup, klompen ini bukan cuma sepatu biasa, tapi simbol budaya Belanda yang udah mendunia.

Bentuknya unik banget, mirip kayak sepatu cosplayer zaman kerajaan tapi versi kayu. Dulu sih, para wanita Belanda sering pakai klompen ini buat aktivitas sehari-hari dan percaya deh, mereka tetep anggun walau jalannya “klotak-klotak” kayak lagi main musik.

Yang bikin keren, klompen ternyata punya fungsi lebih dari sekadar alas kaki. Pas musim dingin, dia bisa bikin kaki tetap hangat.

Sebaliknya, kalau musim panas, malah kasih sensasi adem. Kayak sepatu punya dua kepribadian gitu, tinggal menyesuaikan cuaca. Bayangin aja, sandal jepit di rumahmu kalah canggih, kan?

Nah, soal bahan, klompen ini terbuat dari kayu poplar. Proses bikinnya dulu lumayan ribet, butuh sampai lima hari buat nyelesaiin satu pasang sepatu.

Cungkil-cungkil, pahat, ukir, pokoknya kerja tangan banget. Tapi sekarang, karena ada mesin, dalam sejam aja bisa langsung jadi. Efisien sih, tapi kalau ditanya soal jiwa seninya, tetap aja versi handmade punya nilai lebih.

Jadi kalau kamu jalan-jalan ke Belanda, jangan cuma sibuk foto di ladang tulip atau jajan stroopwafel. Coba bawa pulang sepasang klompen, entah buat dipajang di rumah atau dijadikan hadiah.

Minimal, pas ada tamu datang, kamu bisa cerita sambil pamer, “Eh, ini sepatu kayu asli Belanda, lho!” Dijamin mereka langsung angguk-angguk kagum.

Dala Horse – Swedia

Dala Horse atau orang lokal Swedia nyebutnya Dalahäst

Souvenir Khas Eropa. Kalau ke Swedia, jangan kaget kalau kamu sering lihat kuda kecil warna-warni nongol di toko souvenir. Namanya Dala Horse atau orang lokal nyebutnya Dalahäst.

Benda mungil ini bukan sekadar pajangan lucu, tapi salah satu ikon budaya Swedia yang udah mendunia.

Dala Horse terbuat dari kayu, biasanya diukir tangan lalu dicat warna-warni dengan motif khas Skandinavia. Bentuknya simpel, tapi entah kenapa punya daya tarik tersendiri.

Mungkin karena tiap kuda punya “personality” lewat warna dan motifnya. Katanya sih dulu Dala Horse ini mainan anak-anak Swedia, tapi sekarang malah jadi kebanggaan nasional.

Lucu kan, mainan sederhana bisa naik kelas jadi simbol negara.

Soal harga, jangan khawatir. Kalau beli versi standar, harganya cuma sekitar 5–10 euro. Tapi kalau kamu pengin yang benar-benar dibuat tangan oleh pengrajin lokal, siapin budget lebih karena harganya bisa sampai 30 euro.

Menurut saya sih worth it, karena selain dapat souvenir cantik, kamu juga ikut support kerja keras para pengrajin yang melestarikan tradisi.

Jadi, kalau kamu jalan-jalan ke Swedia, jangan cuma sibuk selfie sama aurora atau nongkrong di kafe cantik. Sisihkan sedikit waktu buat berburu Dala Horse.

Dijamin, pas kamu pajang di rumah, tamu bakal nanya, “Eh, ini kuda imut dari mana?” dan kamu bisa dengan bangga cerita, “Oh ini? Oleh-oleh dari Swedia, bro!”

Matryoshka – Ukraina

Banyak yang juga nyebutnya Babushka, yang artinya “nenek-nenek” dalam bahasa Ukraina

Kalau kamu jalan-jalan ke Ukraina, ada satu oleh-oleh yang pasti bikin orang rumah senyum sambil bilang, “Eh lucu banget!” Yup, namanya Matryoshka.

Banyak yang juga nyebutnya Babushka, yang artinya “nenek-nenek” dalam bahasa setempat. Tapi tenang, ini bukan boneka nenek-nenek seram ala film horor, melainkan boneka kayu imut yang bisa “beranak-pinak” kalau dibuka.

Matryoshka biasanya dijual dalam satu set dengan ukuran berbeda-beda, dari yang paling gede sampai yang mungil banget.

Cara mainnya? Kamu buka boneka besar, keluar boneka yang lebih kecil, buka lagi, eh keluar yang lebih kecil lagi dan begitu seterusnya.

Rasanya kayak buka kejutan tanpa henti. Cocok banget kalau kamu tipe orang yang gampang penasaran.

Uniknya, boneka ini nggak punya tangan yang dibuat menonjol, melainkan cuma dilukis aja. Tapi justru di situlah seninya.

Lukisan di Matryoshka detail banget, dari pakaian tradisional Ukraina, karakter dongeng klasik, sampai yang agak nyeleneh mantan pemimpin Soviet pun ada! Jadi tiap set punya cerita tersendiri.

Soal harga? Nggak bikin kantong bolong kok. Mulai dari 5 USD kamu udah bisa bawa pulang satu set kecil. Kalau mau yang lebih premium, dengan lukisan rumit hasil karya pengrajin tangan, ya siapin budget lebih aja. Biasanya bisa kamu temuin di bazaar souvenir atau toko seni lokal.

Menurut saya, Matryoshka ini bukan sekadar oleh-oleh, tapi juga karya seni mini yang bisa bikin ruang tamu jadi lebih hidup.

Bayangin aja, tamu datang terus lihat boneka bertingkat ini di rak, pasti langsung pengen pegang dan coba buka satu-satu. Nah, saat itu kamu bisa dengan bangga bilang, “Itu oleh-oleh asli Ukraina, bro. Handmade lagi!”

Snow Globe – Austria

Kalau ngomongin Austria, pasti banyak yang langsung ingat musik klasik, pegunungan Alpen, atau waltz yang bikin anggun banget. Tapi ada satu oleh-oleh kece yang jangan sampai kelewat: Snow Globe alias bola salju.

Nah, benda satu ini kelihatannya sederhana, cuma bola kaca dengan miniatur di dalamnya. Tapi begitu kamu kocok pelan dan lihat “salju” turun, rasanya langsung bikin hati adem.

Cocok banget buat kamu yang pengen bawa pulang sedikit suasana romantis khas Eropa.

Memang sih, snow globe bisa kamu temuin di banyak toko souvenir Austria. Tapi kalau mau yang asli, berkualitas, dan punya sejarah, mampirlah ke toko Erwin Perzy.

Nah, ini bukan toko biasa, melainkan rumah dari Original Viennese Snow Globe. Di sana kamu bisa nemuin snow globe berbagai ukuran, isi, dan desain yang unik-unik banget. Dari yang kecil buat oleh-oleh manis sampai yang gede buat pajangan serius di rumah.

Soal harga juga nggak bikin kantong jebol. Mulai dari 7 Euro aja kamu udah bisa bawa pulang satu, sementara yang lebih besar dan detail bisa sampai 25 Euro.

Menurut saya sih worth it banget, karena selain lucu, snow globe juga punya nilai nostalgia. Setiap kali kamu kocok bola salju itu, pasti langsung keinget momen jalan-jalan di Austria.

Dan jujur aja, snow globe ini juga punya “efek baper”. Soalnya pas lihat saljunya turun pelan-pelan, bisa bikin mellow sendiri sambil bilang, “kapan ya balik lagi ke Eropa?” Hehe.

Jadi, jangan lupa masukin snow globe ke daftar belanjaanmu, biar liburan ke Austria ada kenangan manis yang bisa terus kamu putar balik kapan pun.

Tabel mengapa kamu perlu memiliki kerajinan ini jika kamu ke negara eropah

Pengulas: Baso Marannu, owner pengembang website RAHASIA (https://ragamhiasindonesia.id ) saat ini sebagai peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)