Cinderamata Khas Ambon: Wajib Kamu Bawa Pulang

Bagikan ke
Cinderamata Khas Ambon: Wajib Kamu Bawa Pulang

Kalau liburan ke Ambon berburu cinderamata khas Ambon, jangan cuma puas menikmati pantai dan pemandangan indahnya.

Kota ini juga punya segudang oleh-oleh khas yang unik, mulai dari camilan manis, kerajinan tangan penuh cerita, sampai makanan tradisional yang bikin lidah nggak berhenti bergoyang.

Biar nggak bingung mau bawa pulang apa, yuk intip rekomendasi oleh-oleh khas Ambon yang bukan cuma enak dilihat, tapi juga seru untuk diceritakan kembali di rumah.

Baca juga: Kerajinan Khas Sumatera Selatan: Warisan Budaya yang Memikat

Kerajinan Kerang Ambon: Oleh-Oleh Cantik dari Laut

Cinderamata Khas Ambon. Kalau lagi main ke daerah dengan laut yang super melimpah seperti Ambon, jangan lupa sempatkan mampir belanja kerajinan kerang.

Rasanya sayang banget kalau pulang tanpa bawa pulang satu-dua produk unik khas sini. Hampir semua spot belanja oleh-oleh di Ambon selalu punya koleksi kerajinan kerang yang bikin mata langsung jatuh cinta.

Yang bikin makin spesial, sebagian besar kerajinan ini dibuat langsung oleh tangan kreatif pengrajin lokal. Jadi, selain bawa pulang barang cantik, kamu juga otomatis ikut mendukung karya anak daerah.

Pilihan produknya juga beragam banget! Buat kamu yang suka tampil beda dengan aksesori fashion, coba lirik kalung, gelang, sampai anting berbahan kerang yang kece dipadukan dengan outfit santai maupun formal.

Nggak cuma itu, ada juga hiasan rumah seperti tempat sendok, hiasan dinding, bahkan pajangan meja yang siap mempercantik sudut ruangan.

Soal harga? Tenang, variasinya cukup banyak, mulai dari ramah di kantong sampai yang premium tergantung jenis dan tingkat kerumitan kerajinan yang kamu pilih.

Minyak Kayu Putih Ambon: Oleh-Oleh yang Bikin Kangen Rumah

Cinderamata Khas Ambon. Kalau ke Ambon, nggak lengkap rasanya pulang tanpa bawa minyak kayu putih.

Serius deh, ini bukan sekadar oleh-oleh biasa, tapi sudah jadi “ikon” yang bikin orang langsung teringat Maluku.

Bayangin aja, hampir setiap rumah di Ambon pasti punya stok minyak kayu putih di lemari obat mereka.

Yang bikin beda, minyak kayu putih dari sini punya aroma khas yang lebih segar dan hangat dibanding minyak kayu putih lain.

Orang lokal percaya khasiatnya ampuh banget: mulai dari usir masuk angin, bikin badan lebih rileks, sampai menenangkan tenggorokan yang lagi rewel.

Makanya nggak heran kalau turis maupun orang perantauan selalu cari produk ini buat dibawa pulang.

Asyiknya lagi, sekarang banyak olahan lain dari tanaman kayu putih yang bisa kamu temukan di Ambon.

Jadi bukan cuma minyak oles, tapi juga ada produk herbal yang bisa dikonsumsi. Intinya, bawa pulang minyak kayu putih Ambon itu kayak bawa sepotong kehangatan dari timur Indonesia.

Produk Olahan Kenari: Camilan Khas Ambon yang Susah Ditolak

Cinderamata Khas Ambon. Kalau ngomongin oleh-oleh dari Ambon, jangan cuma fokus ke lautnya aja. Ada satu kekayaan alam yang nggak kalah hits, yaitu kenari.

Di Ambon dan sekitarnya, pohon kenari tumbuh subur banget, makanya wajar kalau aneka produk olahannya gampang banget kamu temukan.

Kenari ini bisa di bilang kacang serba bisa. Mau di bikin camilan tradisional oke, di olah jadi makanan modern juga nggak kalah enak.

Nah, beberapa produk favorit yang sering di buru wisatawan antara lain roti kenari yang legit, kue kering kenari buat teman ngopi, sampai sarut kenari yang rasanya bikin nagih.

Kalau pengen sesuatu yang lebih tradisional, kamu bisa pilih bagea kenari yang punya tekstur unik sekaligus kaya rasa.

Jadi, selain bawa pulang cerita liburan dari Ambon, jangan lupa selipkan juga produk olahan kenari di dalam koper.

Percaya deh, camilan ini bukan cuma bisa jadi oleh-oleh manis buat keluarga di rumah, tapi juga bikin kamu langsung kangen suasana Ambon tiap kali menggigitnya.

Kue Sagu: Cita Rasa Maluku yang Selalu Bikin Rindu

Cinderamata Khas Ambon. Kalau kamu singgah di Ambon, coba tanyakan kue tradisional apa yang paling melekat dengan daerah ini. Hampir bisa di pastikan banyak orang langsung menyebut kue sagu.

Kudapan satu ini memang sudah jadi bagian dari kehidupan orang Maluku sejak lama. Bahan utamanya berasal dari pohon sagu yang di olah secara tradisional.

Prosesnya panjang: batang sagu di tumbuk, di peras, lalu di saring sampai menghasilkan tepung sagu yang halus dan siap jadi bahan dasar berbagai macam kue.

Di Ambon, kue sagu hadir dengan banyak wajah. Ada sagu tumbu yang teksturnya keras tapi asyik di kunyah, mirip camilan jadul yang bikin orang ketagihan.

Ada juga sagu lempeng, tipis dan renyah, biasanya di sajikan bersama secangkir kopi panas atau teh manis di sore hari.

Kalau suka yang manis kenyal, pilih sinole yang rasanya ringan tapi bikin mulut nggak berhenti mengunyah. Sementara itu, bagea hadir dengan cita rasa khas rempah, sering bercampur aroma kayu manis dan cengkih sekali gigit, langsung terasa hangatnya.

Dan buat pecinta manis legit, jangan lewatkan talam sagu bakar dengan karamel tipis di atasnya yang bikin lidah betah berlama-lama.

Kue sagu bukan sekadar camilan. Setiap gigitan membawa cerita tentang budaya dan kebiasaan orang Maluku yang masih terjaga hingga sekarang.

Jadi, kalau kamu pulang dari Ambon, jangan lupa bawa kue ini. Selain bisa bikin keluarga di rumah senang, kamu juga sekaligus membawa pulang sepotong tradisi yang penuh makna.

Kerajinan Besi Putih: Perhiasan Khas Ambon dengan Cerita Sejarah

Kalau kamu suka koleksi aksesori unik, kerajinan besi putih dari Ambon wajib banget masuk daftar oleh-oleh. Dari gelang, kalung, sampai cincin, semuanya punya pesona khas yang bikin penampilan makin kece.

Yang lebih asyik lagi, perhiasan ini terkenal tahan lama dan nggak gampang berkarat, jadi bisa awet kamu pakai bertahun-tahun.

Nah, yang bikin kerajinan besi putih ini berbeda dari perhiasan lainnya adalah cerita sejarah di baliknya. Konon, masyarakat Ambon dulu memanfaatkan bangkai kapal Belanda peninggalan masa kolonial untuk diambil besinya.

Dari proses itu lahirlah besi putih yang kemudian di olah jadi aneka perhiasan. Bayangin, kamu nggak cuma pakai aksesori keren, tapi juga membawa sepotong kisah sejarah yang masih hidup sampai sekarang.

Jadi, selain mempercantik penampilan, kerajinan besi putih Ambon juga bisa jadi oleh-oleh penuh makna. Cocok banget buat kamu yang suka produk dengan cerita unik di baliknya.

Ikan Asar: Asap Harum dari Ambon yang Bikin Nagih

Cinderamata Khas Ambon. Kalau biasanya ikan di masak dengan cara di goreng, di rebus, atau di bakar, Ambon punya cara spesial: di asap. Inilah yang di kenal dengan nama ikan asar atau sering juga di sebut ikan asap Ambon.

Proses pengolahannya nggak main-main, butuh waktu hingga lima jam sampai ikan benar-benar matang sempurna dengan aroma asap yang khas.

Hasilnya? Daging ikan terasa gurih, wangi, dan punya cita rasa yang susah di tolak.

Satu lagi keunggulan ikan asar, yaitu daya tahannya. Ikan ini bisa bertahan 3 sampai 7 hari sejak di produksi, jadi aman banget buat di bawa pulang sebagai oleh-oleh.

Kalau mau hunting ikan asar, langsung saja melipir ke kawasan Jembatan Merah Putih, Ambon, tempat yang terkenal jadi pusatnya penjual ikan asap.

Harganya juga ramah kantong, mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000, tergantung ukuran dan jenis ikan yang kamu pilih.

Nah, itulah deretan oleh-oleh khas Ambon yang bisa bikin koper kamu penuh sekaligus hati senang. Dari kerajinan tangan yang cantik, camilan tradisional yang manis, sampai ikan asar yang gurih dan harum, semua punya cerita khas Maluku di dalamnya.

Jadi, kalau lagi nyusun itinerary liburan, jangan lupa masukkan Ambon ke daftar tujuan. Pulang-pulang, bukan cuma bawa foto dan cerita, tapi juga oleh-oleh yang penuh rasa dan makna.


Pengulas: Baso Marannu, owner pengembang website RAHASIA (https://ragamhiasindonesia.id ) saat ini sebagai peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)