Hari Thaipusam Komunitas Tamil

posted in: RAGAM HIAS | 0
Hari Thaipusam Komunitas Tamil

Hari Thaipusam Komunitas Tamil. Pernah nggak kamu lihat berita atau foto orang-orang yang rela menusukkan besi panjang ke pipi atau membawa beban berat di tubuhnya sambil berdoa?

Kalau iya, kemungkinan besar itu adalah momen Thaipusam. Perayaan ini memang nggak main-main.

Setiap tahun, umat Hindu Tamil di berbagai negara mulai dari India, Malaysia, Sri Lanka, Myanmar, sampai Thailand—tumpah ruah merayakannya.

Buat yang belum tahu, Thaipusam itu sebenarnya dipersembahkan untuk Dewa Murugan, dewa perang dalam kepercayaan Hindu.

Kalau di ibaratkan dalam dunia superhero, Murugan ini semacam sosok yang melambangkan keberanian, pengorbanan, sekaligus kekuatan spiritual.

Tradisinya berakar dari Suku Tamil, keturunan Bangsa Dravida di Asia Selatan, yang punya sejarah panjang dan budaya super kaya.

Apa Sih yang Bikin Thaipusam Begitu Unik?

Jujur aja, kalau cuma dengar kata “perayaan agama”, yang kebayang mungkin doa bersama, dupa, dan sesajen.

Tapi Thaipusam beda. Perayaan ini justru terkenal karena ritual ekstremnya. Ada umat yang rela menusukkan benda tajam ke tubuh mereka di pipi, lidah, bahkan punggung.

Ada juga yang memanggul kavadi, semacam hiasan besar penuh jarum dan besi yang di tancapkan ke tubuh.

Nah, sebelum buru-buru bilang “waduh, kok serem banget?”, coba tarik napas dulu. Karena bagi mereka, itu bukan sekadar “nyakitin diri”. Semua itu adalah simbol pengabdian, penebusan dosa, dan ujian iman.

Orang yang ikut ritual ini percaya kalau rasa sakit fisik bisa membuka jalan menuju kebersihan jiwa. Dalam bahasa anak muda sekarang: sakitnya di badan, tapi healing-nya di hati.

Thaipusam di Malaysia: Meriah Banget!

Hari Thaipusam Komunitas Tamil. Kalau kamu kebetulan liburan ke Malaysia pas Thaipusam, jangan kaget kalau suasana di Batu Caves jadi super padat.

Ribuan bahkan jutaan orang berkumpul di sana. Bayangkan gua besar dengan tangga warna-warni, lalu ada arak-arakan umat yang membawa persembahan, musik tradisional yang menggema, plus suasana penuh energi spiritual.

Banyak turis yang datang bukan cuma buat foto-foto, tapi juga karena terpesona sama kekuatan iman umat Hindu Tamil.

Katanya, orang yang sudah ikut ritual Thaipusam sering merasa lebih ringan beban hidupnya. Mungkin mirip kayak kita habis curhat panjang terus plong, bedanya mereka curhatnya lewat rasa sakit fisik.

Makna Spiritualitas di Balik Ritual

Thaipusam jatuh pada bulan ke-10 dalam kalender Hindu, tepatnya saat bulan purnama di bulan Tamil yang di sebut “Thai”.

Makanya di sebut “Thaipusam”. Dalam momen ini, umat Hindu percaya kalau Dewa Murugan memberi restu untuk membersihkan diri dari dosa, sekaligus menambah kekuatan iman.

Kalau di pikir-pikir, sebenarnya kita juga punya konsep serupa di tradisi lain. Misalnya, ada yang puasa, ada yang tirakat, ada juga yang meditasi panjang.

Intinya sama: manusia berusaha mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dengan cara yang kadang butuh pengorbanan.

Bedanya, Thaipusam mengekspresikannya secara lebih ekstrem dan itu yang bikin orang luar negeri heboh melihatnya.

Sisi Lain yang Jarang Dibicarakan

Hari Thaipusam Komunitas Tamil. Selain ritualnya yang bikin merinding, Thaipusam juga membawa dampak sosial. Perayaan ini jadi momen kebersamaan komunitas Tamil di perantauan.

Bayangkan aja, orang-orang Tamil di Malaysia atau Singapura, yang mungkin jauh dari tanah leluhur, bisa merasa “pulang” lewat Thaipusam. Mereka kumpul, berdoa, makan bareng, bahkan gotong royong bantuin satu sama lain.

Dan jangan salah, ada juga sisi “ekonomi kreatif” dari Thaipusam. Pasar-pasar sekitar lokasi perayaan biasanya ramai banget.

Mulai dari penjual bunga, dupa, kain, sampai makanan khas Tamil laku keras. Jadi, selain makna spiritual, ada roda ekonomi yang ikut berputar.

Sedikit Humor Biar Nggak Tegang

Kalau lihat orang menusukkan besi ke tubuhnya, jujur aja kadang kita mikir: “Duh, itu nggak sakit ya?” Tapi percaya atau nggak, banyak peserta ritual bilang mereka nggak merasakan sakit yang parah. Katanya, saat itu mereka sudah masuk ke kondisi trans spiritual.

Hmm… jadi kalau ada teman yang ngeluh sakit pas di gigit nyamuk, coba aja disuruh ikut Thaipusam. Siapa tahu langsung kebal nyamuk. (Hehe, jangan di coba ya, bercanda doang.)

Kenapa Thaipusam Relevan Buat Kita?

Mungkin kamu bertanya, “Apa hubungannya Thaipusam sama hidup saya?” Nah, justru di sini menariknya. Thaipusam mengajarkan kalau iman dan pengorbanan bisa membawa manusia ke level spiritual yang lebih tinggi.

Kita nggak harus ikut menusukkan benda tajam ke tubuh, tapi bisa belajar bahwa setiap perjuangan, setiap rasa sakit entah itu batin atau fisik kalau di jalani dengan niat baik, bisa jadi jalan menuju kedamaian.

Buat saya pribadi, Thaipusam itu reminder bahwa keajaiban iman itu nyata. Bayangin aja, manusia bisa menaklukkan rasa sakit luar biasa hanya karena keyakinan.

Dan bukankah itu hal yang juga kita butuhkan di dunia modern? Keyakinan, konsistensi, dan pengorbanan untuk hal-hal yang lebih besar dari diri kita sendiri.


Pengulas: Baso Marannu, owner pengembang website RAHASIA (https://ragamhiasindonesia.id ) saat ini sebagai peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *