
Cinderamata Khas Aceh. Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Aceh, jangan cuma puas menikmati panorama alam dan wisata religinya aja.
Ada satu hal yang nggak boleh ketinggalan sebelum pulang, yaitu berburu cinderamata khas Aceh.
Dari kuliner manis yang bikin lidah susah move on, minuman kopi yang sudah mendunia, sampai kerajinan tangan penuh makna budaya semuanya siap kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Nah, biar nggak bingung mau pilih yang mana, berikut ini daftar 10 cinderamata khas Aceh, dari kuliner hingga kerajinan tangan, yang wajib masuk dalam tas belanjaanmu.
Baca juga : Implementasi Ragam Hias Tradisional pada Berbagai Elemen
Kue Bhoi
Cinderamata Khas Aceh. Kalau mampir ke Aceh, rasanya nggak lengkap kalau pulang dengan tangan kosong. Nah, salah satu oleh-oleh yang paling nge-hits dan selalu bikin wisatawan rela antre adalah Kue Bhoi.
Bayangin deh, kue bolu lembut yang manisnya pas, terus di cetak dengan bentuk ikan yang super ikonik. Nggak heran kalau banyak orang juga nyebutnya Kue Ikan.
Selain enak buat ngemil, kue ini juga punya nilai budaya karena sering jadi bagian dari hantaran pernikahan khas Aceh.
Nah, kabar baiknya, kamu bisa nemuin Kue Bhoi dengan gampang banget di berbagai toko kue atau pusat oleh-oleh di Aceh.
Harganya pun ramah kantong, sekitar Rp8.000 per bungkus isi empat. Jadi, selain bisa nikmatin di perjalanan pulang, kue ini juga cocok banget di jadiin buah tangan buat keluarga dan teman.
Kue Keukarah: Camilan Manis yang Bikin Pulang dari Aceh Makin Berkesan
Kalau ngomongin Aceh, oleh-olehnya bukan cuma soal kopi dan kain tradisional aja. Ada juga camilan manis yang selalu bikin wisatawan penasaran, namanya Kue Keukarah.
Kue ini punya bentuk super unik mirip bulan sabit dengan tekstur yang rumit kayak sarang burung. Begitu digigit, krenyesnya langsung terasa di lidah, di tambah aroma karamel yang bikin nagih.
Saking khasnya, banyak orang nggak rela pulang dari Aceh tanpa bawa satu bungkus Kue Keukarah di tasnya.
Keunggulan lainnya, kue ini punya daya simpan yang lumayan lama. Jadi, kamu nggak perlu khawatir kue bakal cepat basi selama perjalanan pulang.
Cocok banget buat di bagi-bagi ke keluarga, teman, atau bahkan buat stok ngemil sendiri di rumah.
Kopi Aceh: Aroma Khas yang Bikin Kangen Balik Lagi
Cinderamata Khas Aceh, Kalau bicara Aceh, pasti langsung kebayang sama kopinya. Nggak main-main, kenikmatan kopi dari tanah Rencong ini udah mendunia, lho!
Bukan cuma wisatawan lokal yang jatuh cinta, tapi juga banyak penikmat kopi dari luar negeri yang rela berburu cita rasa khas Aceh.
Jenisnya pun beragam. Ada Kopi Sanger yang jadi favorit buat nongkrong santai, Kopi Gayo yang udah mendunia dengan label premium, sampai Kopi Tarik yang di sajikan dengan gaya unik dan bikin siapa pun penasaran.
Setiap jenis kopi punya karakter rasa yang bikin lidah kamu susah move on.
Buat dapetinnya juga gampang banget. Hampir di setiap pusat oleh-oleh Aceh, kamu bisa nemuin aneka kopi ini dengan harga yang bervariasi.
Mulai dari belasan ribu aja kamu udah bisa bawa pulang, dan kalau mau yang kualitas premium, siapin budget ratusan ribu tergantung ukuran kemasannya.
Ikan Kayu: Oleh-Oleh Gurih dari Laut Aceh
Aceh emang terkenal dengan lautnya yang kaya. Jadi, nggak heran kalau salah satu oleh-oleh andalan dari sini datang langsung dari hasil laut: Ikan Kayu.
Nah, jangan salah paham dulu. Namanya memang “ikan kayu”, tapi ini bukan ikan yang keras kayak kayu beneran ya.
Sebenarnya, ikan kayu adalah ikan tongkol yang sudah di keringkan dengan cara tradisional. Proses pengeringan inilah yang bikin teksturnya keras seperti kayu, tapi justru itu yang membuat ikan ini bisa tahan lama, bahkan sampai 2 tahun!
Soal rasa? Gurih khas ikan tongkolnya tetap nempel, apalagi kalau di olah jadi lauk atau dicampur ke dalam masakan Aceh seperti mie Aceh atau gulai. Rasanya langsung naik level dan bikin nagih.
Cinderamata Khas Aceh. Kalau kamu mau bawa pulang, gampang banget kok. Hampir semua toko oleh-oleh di Aceh menjual ikan kayu dengan harga yang ramah kantong, mulai dari Rp20 ribuan per kemasan. Praktis, awet, dan pastinya bikin orang rumah senang pas di kasih.
Kue Adee Meureudeu: Oleh-Oleh Manis dengan Ukuran Jumbo
Kalau kamu lagi cari oleh-oleh khas Aceh yang ukurannya lebih “wah”, jawabannya ada di Kue Adee Meureudeu.
Kue tradisional ini punya bentuk bulat besar, cocok banget buat di bawa pulang kalau kamu pengin berbagi ke keluarga besar di rumah.
Bahan utamanya simpel, terbuat dari singkong dan tepung terigu, tapi jangan salah, rasanya benar-benar bikin jatuh hati.
Perpaduan rasa manis dan gurih bikin kue ini jadi camilan yang pas di nikmati rame-rame sambil ngobrol santai bareng keluarga.
Cinderamata Khas Aceh. Karena ukurannya gede, Kue Adee Meureudeu memang lebih cocok dijadikan buah tangan spesial ketimbang camilan pribadi.
Jadi, kalau lagi singgah ke Aceh, jangan lupa bawa pulang kue satu ini buat bikin suasana kumpul keluarga makin hangat.
Kue Meuseukat: Legitnya Dodol Nanas Khas Aceh
Kalau kamu jalan-jalan ke Aceh, jangan cuma fokus sama kopi atau ikan kayu aja. Ada juga camilan manis yang tampilannya cantik banget, namanya Kue Meuseukat.
Sekilas, bentuknya mirip pie dengan hiasan bunga-bunga di atasnya yang bikin kue ini terlihat anggun dan estetik.
Tapi begitu di cicip, kamu bakal langsung sadar kalau ini beda banget. Terbuat dari nanas sebagai bahan dasar utama, teksturnya legit dan lembut, mirip dodol. Karena itu juga banyak orang menyebutnya sebagai dodol Meuseukat atau dodol nanas.
Cinderamata Khas Aceh. Selain enak, kue ini juga ramah di kantong. Dengan sekitar Rp40 ribu untuk ukuran 300 gram, kamu udah bisa bawa pulang oleh-oleh manis ini buat keluarga atau teman.
Cantik dilihat, enak di makan, dan harganya terjangkau—kombo yang susah ditolak, kan?
Songket Aceh: Kain Mewah dengan Kilau Emas dan Perak
Bicara oleh-oleh dari Aceh, rasanya nggak lengkap kalau cuma seputar makanan. Ada juga pilihan istimewa yang bikin mata langsung terpikat: Songket Aceh.
Songket dari tanah Rencong ini punya ciri khas yang kuat, yaitu motif yang di dominasi warna emas dan perak. Kilau warnanya bikin kain ini terlihat mewah, anggun, dan pastinya cocok di jadikan buah tangan berkelas.
Nggak cuma indah dipandang, songket juga punya nilai budaya yang tinggi. Banyak wisatawan membelinya bukan hanya sebagai kain, tapi juga sebagai koleksi seni atau bahkan busana pesta.
Jadi, kalau kamu pengin bawa pulang sesuatu yang awet dan bisa jadi kenangan indah dari Aceh, songket ini pilihan yang tepat.

Kupiah Meukeutop: Ikon Gagah Penuh Sejarah dari Aceh
Kalau tadi kita sudah bahas makanan dan kain, sekarang giliran aksesoris khas Aceh yang nggak kalah ikonik: Kupiah Meukeutop.
Kupiah ini bukan sekadar penutup kepala biasa. Sejak dulu, Kupiah Meukeutop jadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh. Bahkan, pahlawan besar Indonesia, Teuku Umar, di kenal sering memakainya.
Jadi, setiap kali kamu melihat kupiah ini, rasanya langsung terhubung dengan semangat perjuangan dan identitas Aceh yang kuat.
Nggak heran kalau banyak wisatawan kepincut dan pengin banget punya aksesoris khas ini. Selain bisa dijadikan koleksi atau pajangan, kupiah ini juga sering di pakai di acara adat, pernikahan, bahkan festival budaya.
Jadi, kalau kamu mau bawa pulang sesuatu yang punya nilai budaya tinggi sekaligus keren secara visual, Kupiah Meukeutop jelas pilihan yang pas.
Perhiasan Pinto Aceh: Sentuhan Elegan dari Tanah Rencong
Kalau tadi kita bahas kain dan kupiah, kali ini ada oleh-oleh khas Aceh yang pasti bikin para wisatawan wanita jatuh hati: Perhiasan Pinto Aceh.
Desainnya terinspirasi dari Pinto Aceh, pintu gerbang ikonik yang sarat makna budaya dan sejarah.
Motif ini lalu diolah menjadi berbagai bentuk perhiasan cantik yang elegan mulai dari cincin, gelang, kalung, sampai bros hijab.
Setiap detailnya memancarkan keanggunan, membuat siapa pun yang memakainya terlihat lebih berkelas.
Nggak cuma sebagai aksesoris, perhiasan ini juga jadi simbol cinta terhadap seni dan budaya Aceh. Jadi, kalau kamu pengin bawa pulang oleh-oleh yang nggak hanya indah tapi juga punya makna, perhiasan Pinto Aceh wajib masuk dalam daftar belanjaanmu.
Souvenir Rencong: Simbol Keberanian dari Tanah Aceh
Jika bicara tentang Aceh, pasti sulit melewatkan yang satu ini: Rencong. Senjata tradisional khas Aceh ini bukan sekadar benda tajam, tapi juga simbol keberanian dan identitas masyarakat Aceh sejak zaman dahulu.
Dulu, rencong dipakai sebagai senjata perang dan tanda kehormatan. Kini, rencong hadir dalam bentuk souvenir cantik yang banyak diburu wisatawan.
Ada yang membelinya sebagai koleksi pribadi, ada juga yang menjadikannya hiasan rumah biar suasana makin elegan dan penuh makna budaya.
Bentuknya unik, melengkung khas dengan sarung dan gagang yang biasanya dihias detail, sehingga rencong versi souvenir tetap memancarkan wibawa.
Jadi, kalau kamu mencari oleh-oleh yang ikonik, bersejarah, sekaligus keren buat dipajang, souvenir rencong wajib ada di daftar belanja oleh-oleh kamu.
Pengulas: Baso Marannu, owner pengembang website RAHASIA (https://ragamhiasindonesia.id ) saat ini sebagai peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
.